Jumat, 02 Maret 2012

Pilgub 2013 Butuh Nuansa Baru

PDIP Tunggu Arahan Ketua
BANDARLAMPUNG – Pilgub 2013 membutuhkan nuansa baru. Pasalnya, jika persaingan pilgub kelak masih didominasi wajah-wajah lama, dikhawatirkan dapat berimbas pada penurunan tingkat partisipasi pemilih.

Pandangan ini diungkapkan pengamat politik asal FISIP Universitas Lampung Arizka Warganegara kemarin. Menurutnya, nuansa baru ini bisa hadir jika para partai politik (parpol) berani mengusung calon yang berasal dari kaum muda.
    Menurutnya, era 2013 adalah masanya anak-anak muda. Pemimpin muda dengan usia matang antara 40–50-an tahun. Ia memandang, para calon tua perlu memberikan kesempatan itu. Apalagi jika telah beberapa kali mencalonkan diri dan kalah.
    ’’Meski kini belum ditentukan apakah mekanisme pilgub yang akan digunakan melalui DPRD atau pemilihan langsung, parpol sebaiknya memberikan nuansa baru. Usung tokoh-tokoh muda untuk memberikan alternatif pilihan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
    Lampung ke depan, lanjutnya, memerlukan format pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dan sisi ekonomi yang baik. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. ’’Selain itu, pemimpin juga butuh ketahanan fisik yang prima,” ucapnya.
Karena itu, ia menyarankan agar parpol di Lampung dapat mulai menginventarisasi tokoh muda Lampung yang potensial untuk diusung pada Pilgub 2013. Sehingga ada suasana baru pada pesta demokrasi lima tahunan itu. ’’Kalau yang muncul pada pilgub loe lagi loe lagi, masyarakat bisa jenuh. Mungkin saja nantinya tingkat partisipasi masyarakatnya rendah karena jenuh mau pilih yang mana. Calon yang ada sudah terlihat track record kepemimpinannya,” tutur dosen muda ini.
Diketahui, sejauh ini beberapa parpol memang telah bersiap diri menghadapi Pilgub 2013. Beberapa di antaranya bahkan telah mengumumkan nama-nama bakal calon yang bakal mereka usung. Namun, sebagian parpol lainnya masih terkesan cuek.
PDIP, misalnya. Hingga kini, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum menentukan siapa tokoh yang akan diusung sebagai calon gubernur setelah kader terbaiknya Sjachroedin Z.P. yang juga menjabat sebagai ketua DPD PDIP Lampung menyatakan tidak akan maju lagi pada Pilgub 2013.
Arizka memandang hal ini tidak akan menjadi masalah besar bagi partai yang identik dengan warna merah itu. ’’Pastinya, mereka akan kehilangan sosok sentral yang bisa dimajukan pada 2013. Namun, sesungguhnya partai ini memiliki kader internal dan eksternal yang tidak kalah populer mulai dari level DPP hingga DPC. Ini masih ditambah para kepala daerah incumbent. Jadi partai ini tidak akan kering dengan SDM yang akan dimajukan,” ungkapnya.
Terpisah, Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PDIP Lampung Ferdi Gunsan mengaku bahwa pihaknya hingga kini masih concern terhadap pelaksanaan pilkada di tiga kabupaten. ’’Kami sama sekali belum pernah menggelar rapat khusus untuk membicarakan Pilgub 2013. Dari kami memang belum ada yang dicalonkan. Semua kader partai, baik internal maupun eksternal, boleh mencalonkan diri,” tuturnya.
Dengan tegas, ia juga mengatakan tetap optimistis calon yang nantinya diusung tetap diterima oleh masyarakat. Sebab, menurut Ferdi, partainya memiliki struktur yang lengkap hingga anak ranting sehingga tidak akan kalah pamor. ’’Jika kami akan menyosialisasikan calon, bisa sekali saja sudah sampai ke bawah,” katanya.
Ferdi menambahkan, calon yang akan diusung oleh PDIP kelak juga berpatokan kepada Sjachroedin Z.P. Sebab, menurutnya, sebagai ketua DPD PDIP Lampung, Sjachroedin Z.P. pasti lebih memahami calon mana yang baik untuk diusung. ’’Untuk sementara belum bicara siapa yang akan maju. Menunggu arahan dari ketua DPD,” ungkapnya. (eka/c2/fik)
Jika Berhasil Menangkap Pembakar Rumdin Wabup
TULANGBAWANG – Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Abdurachman Sarbini, M.H. bereaksi terkait aksi pembakaran rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati (Wabup) Dr. Hi. Agus Mardihartono, M.M., Rabu (29/2) lalu.

    Orang nomor satu di Pemkab Tuba ini pun membuat sayembara. Barang siapa yang bisa menangkap pelaku pembakaran, ia sudah menyiapkan dana pribadi Rp100 juta.
’’Saya minta betul kepada kepolisian dan siapa pun agar berani mengungkapnya. Dana pribadi saya sebesar Rp100 juta akan saya serahkan secara cuma-cuma jika ada yang berhasil mengungkap pelaku,’’ kata Mance –sapaan akrabnya– kepada wartawan kemarin (1/3).
Menurut dia, rumah dinas jabatan tersebut merupakan aset negara yang tidak boleh dirusak oleh siapa pun. Apalagi dengan cara-cara keji seperti pembakaran. ’’Tidak dibenarkan aset negara dirusak, apalagi dibakar,” tukasnya.
Tak hanya itu, atas insiden ini, ia mengaku prihatin. Terlebih, peristiwa terjadi menjelang tahapan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.  ’’Siapa pun yang mencoba memperkeruh suasana, maka saya akan berada di garis paling depan,” ungkapnya.
Disinggung disharmonisasi hubungannya dengan Wabup, Mance cepat menepis. Ia berharap masyarakat tidak mempolitisasi kasus ini dengan menafsirkan dan mengaitkan ke masalah-masalah lain. ’’Sangat rentan karena di Tulangbawang sebentar lagi ada pilkada. Mohon kepada para pihak untuk tidak membuat kesimpulan sendiri-sendiri,’’ tegasnya.
Mance mengimbau masyarakat berpikir jernih menanggapi kejelasan tentang siapa dalang dari kasus tersebut. ’’Untuk itu biarkanlah semua masalah diserahkan kepada pihak yang berwenang guna menyelidiki kasus ini. Jangan sampai terpancing dengan isu-isu yang tidak benar sehingga dapat memperkeruh suasana,’’ ujarnya.
Pastinya, dia meminta kasus ini cepat terungkap. ’’Dengan demikian bisa diketahui apakah rumah tersebut sengaja dibakar ataukah memang terbakar lantaran ada korsleting listrik atau lainnya. Nanti semuanya jelas terungkap. Kita tunggu saja proses penyelidikannya,’’ ujar Mance.
Ia menyarankan Polres Tuba meminta bantuan kepada Polda Lampung ataupun Mabes Polri jika terkendala dengan personel. ’’Saya yakin kepolisian mempunyai kemampuan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya,’’ pungkasnya. (fei/c1/ary)
Agus: Saya Tak Menuduh, Faktanya Rumah Dibakar
Wakil Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Agus Mardihartono, M.M. menyesalkan insiden pembakaran rumah dinasnya. Ia pun menyerahkan sepenuhnya pengusutan kepada kepolisian.
Ditemui di rumah dinasnya kemarin (1/3), Agus menuturkan, bagaimanapun dia adalah pejabat negara. Yang berhak mendapatkan pengamanan dan penjagaan. ’’Sebagai pribadi, saya tidak perlu dijaga. Tetapi sebagai pejabat negara, kenapa tak ada pengawalan? Saya tidak menuduh siapa pun. Faktanya rumah (dinas) dibakar,” katanya.
Yang terjadi saat ini, sambung Agus, setiap orang justru bebas keluar masuk di pekarangan rumah dinasnya. ’’Ini murni dibakar, bukan lantaran arus pendek. Allah masih melindungi saya. Tetapi, saya berharap para pihak tidak mengaitkan insiden ini dengan hal yang tak jelas. Mari kita semua berpikir positif,’’ ujarnya.
Sejatinya, sambung Agus, sejak 20 Februari 2012 lalu rumah dinasnya tidak lagi dijaga anggota Satpol PP. Hal itu pun telah ia koordinasikan dengan jajaran pemerintah daerah seperti Sekretaris Kabupaten Drs. Hi. Darwis Fauzi. ’’Tetapi hingga peristiwa kemarin (Rabu, Red), tidak ada tindak lanjutnya. Saya sudah koordinasi dengan Sekkab, hasilnya belum ada. Malah David, ajudan saya, mengundurkan diri,’’ bebernya.
Masih menurut Agus, jika pemkab tidak dapat menjamin keamanannya sebagai pejabat negara, ia akan berkoordinasi dengan kepolisian. ’’Saya masih nunggu bagaimana tindakan pemkab. Tetapi ya itu, belum ada tindak lanjut,’’ katanya lagi.
Bagaimana dengan closed circuit television (CCTV) yang terpasang di sejumlah sudut rumah dinas? Ditanya seperti itu, Agus pun mengeluhkannya.
’’Itu juga masalah. Saya kok heran kenapa saat kejadian tidak merekam. CCTV juga tak terkontrol. Harusnya teknisi menyetel ulang setiap minggu atau suatu waktu tertentu,’’ urai Agus.
        Diketahui, Rabu (29/2) pukul 03.00 lalu, sekelompok massa tak dikenal membakar rumah dinas Agus Mardihartono. Sang Wabup selamat. Namun, akibat peristiwa itu, ruang garasi dan satu unit kamar tamu bangunan yang berdampingan dengan rumah dinas jabatan ketua DPRD Tuba tersebut ludes.
Informasi yang dihimpun Radar Lampung, malam itu dua pembantu rumah tangga Wabup, masing-masing Mei dan Yanti, mendengar suara riuh massa di depan rumah dinas.
Karena takut, keduanya tidak berani keluar. Mereka memutuskan menelepon Sangkut, tukang kebun rumah dinas yang sehari-hari memang tidur di kamar belakang pendapa rumah yang cukup besar tersebut.
Sangkut pun berlari keluar menuju bagian depan rumah begitu mendapat telepon dari Mei dan Yanti. Ternyata, api sudah membesar dan melalap bagian depan rumah dinas. ’’Saya langsung membangunkan penghuni rumah. Di antaranya Dimas (putra wakil bupati Tuba), Deden, dan Rofi, staf protokol Wabup,’’ katanya.
     Melihat kobaran api yang begitu besar, Dimas pun langsung menelepon petugas pemadam kebakaran hingga tak lama berselang datang satu unit mobil dan menyiram kobaran api.
’’Setelah menghubungi pemadam, saya menelepon Bapak (Wabup, Red) dan Ibu. Seingat saya jam 03.30 WIB,’’ tutur Dimas kepada wartawan saat menjelaskan kronologis kejadian. (fei/ c1/ary)

Sumber:Radar Lampung

10 Langkah Praktis untuk Terus Maju dalam Hidup

1. Buang Kebiasaan untuk terfocus hanya pada uang atau materi
2. Jangan hanya mencari kesenangan pribadi
3. Utamakan kepentingan dan kebahagiaan orang lain
4. Pahami Kesetiaan Allah
Saat beban dan tantangan terasa berat sehingga tidak ada jalan keluar, atau teman yang membantu, ingatlah kesetiaan Allah. Ia pasti akan menjawab semua doa kita asal kita tekun dan bersabar dalam perjalanannya.
5. Belajar selalu tentang kasih Allah
Hanya dengan meneladani dan mewujudkan kasih Allah dalam hidup kita, hati, pikiran dan perbuatan kita akan dilatih untuk lebih peka dan lebih dewasa dalam prosesnya.
6. Kesiapan untuk berkorban
7. Tidak memiliki mental pembalas. Miliki mental memberkati
8. Buang mental cengeng & pengecut
9. Melekat selalu pada firman Allah
Tidak ada pengajaran lain yang dapat mengubah hidup kita kecuali Firman Allah. Carilah dulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan padamu.
10. Jaga Integritas Kehidupan kita
Yang terpenting dalam hidup ini bukan apa yang bisa kita raih, melainkan apa yang bisa kita berikan.
semoga bermanfaat,

Kamis, 01 Maret 2012

Trik The Sims Life Stories : Cara memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah

Disini saya akan mereview kembali tentang  Trik The Sims Life Stories : Cara memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah yang mungkin belum terpecahkan selama ini. Masalah ini sering saya lihat di yahoo answer yang masih membingungkan para penanyanya. baiklah saya akan memberikan petunjuk untuk memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah di permainan The Sims Life Stories.



Petunjuk
Þ     Tekan ctrl+shift+c (setelah menekan tombol ini akan muncul kotak dialog di pojok kiri atas)
Þ     Lalu masukan 'addNeighborToFamilyCheat on'
Þ     Tekan Enter
Þ     Invite Tetanggamu kerumah
Þ     Klik Tetanggamu, lalu pilih 'Add Sim To Family'
Þ     Silakan mencoba


Materi Kedua : Cara Agar Karakter Rhe Sim Menjadi Muda Kembali Tanpa Membeli Elixir of Life

Mungkin bagi anda yang memiliki sim yang sudah cukup tua, pasti akan mengumpulkan aspirasi untuk membeli Elixir of Life di reward mode. Sebenarnya kita tidak perlu membelinya asalkan kita mengetahui caranya. Disini saya akan memberikan petunjuk kepada anda agar karakter the sim anda bisa menjadi muda lagi tanpa membeli elixir of life.


Petunjuk
Þ     Pilih sim yang akan dimudakan kembali
Þ     Lalu klik Find Own Place di koran ataupun di computer
Þ     Lalu pilih Sim yang akan Dimudakan kembali
Þ     Lalu OK
Þ     Setelah itu Save
Þ     Lalu ke neighbour mode (yang banyak rumah-rumahnya)
Þ     Lalu ambil Sim yang ingin dimudakan tadi di Sim Bin dan masukkan ke               sebuah   rumah, jangan lupa  belikan telepon di rumah tersebut (Ini hanya untuk sementara)
Þ     Lalu kembali kerumah lama, invite Sim tadi dengan sim yang tersisa pada     rumah lama
Þ     Tekan ctrl+shift+c (setelah menekan tombol ini akan muncul kotak dialog di pojok kiri atas)
Þ     Lalu masukan 'addNeighborToFamilyCheat on'
Þ     Lalu invite Sim yang ingin dimudakan tadi
Þ     Lalu klik Add Sim To Family, dan lihatlah perubahannya.

Cheat The Sims Life Stories Lengkap
expand
expands cheat box
exit
exits cheat mode
maxmotives
maxes all motives for everyone on the lot
aspirationlevel(0-5)
enter a # 0-5 0 places aspiration in red 5 in Platnum
aspirationpoints(#)
Adds aspiration points to the selected character
moveobjects off/on
allows you to place objects where you normally couldn't
aging off/on
Turns aging off/on for everyone on the lot
unlockCareerRewards
Unlocks all the career rewards for selected character
boolprop testingcheatsenabled true/false
Open the boolprop cheat...only some of them work
roofSlopeAngle(15-75)
Changes the roof pitch 75 being the steepest
boolprop allow45degreeanlgeofrotation true/false
Allows you to turn items at 45 degree angles. Use the . and , keys to rotate.
boolprop snapobjectstogrid true/false
Turns the ability of objects to snap to grid off and on.
kaching
Gives family 1,000 Simoleans
motherlode
Gives family 50,000 Simoleans
FamilyFunds(Family Name)(Amount)
Entered in neighborhood view gives family any amount you choose. Do not use commas in the amount.
motivedecay on/off
makes the motives slowly decay or not at all.
lockaspiration on/off
locks the aspiration score of sims on the lot
sethour (0-23)
sets the hour of the day.
abc
expand cheat window
stretchskeleton
Changes height of a sim
addneighbortofamilycheat on/off
Adds anyone you click on to your family.

Pengertian Remaja

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah:
masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.Pengertian Remaja
Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)

Sejarah Reformasi 1998


Sejarah Reformasi 1998 - Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru.
Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Dalam UUD 1945 Pasal 2 telah disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme).
Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR, dan MPR. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN.
Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, di antaranya :
>> UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum
>> UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang DPR / MPR
>> UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.
>> UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum
>> UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.
Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi, tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden.
Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997, meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa.
Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 – 2003. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden.
Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ. Habibie sebagai Wakil Presiden. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang dating dari para mahasiswa dan kalangan intelektual.
Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya.
Krisi moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil, karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja.
Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional.
Memasuki tahun anggaran 1998 / 1999, krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Kondisi perekonomian semakin memburuk, karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. Untuk mengatasi kesulitan moneter, pemerintah meminta bantuan IMF. Namun, kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi, walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF.
Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar negeri.
Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun, utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara, tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta. Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, utang pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat.

Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin menipis. Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet.
Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri, namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah.
Sementara itu, pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.
Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta.
Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat. Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakarta-sentris, karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang, halaman, walaupun yang memberitakan itu pers daerah.
Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan.
Tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat.
Soeharto kembali ke Indonesia, namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR / MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR / MPR. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri.
Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi, melakukan perubahan kabinet, segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden.
Dalam perkembangannya, upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara.***

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India