Jumat, 02 Maret 2012

Penjurusan di SMA

Penjurusan atau Course yang ditawarkan di level pendidikan menengah diterapkan di Indonesia sejak jaman Belanda. Sekolah HBS yang merupakan Sekolah Menengah untuk anak-anak Eropa, dan AMS yang merupakan sekolah menengah atas untuk anak-anak pribumi pertama kalinya dibagi atas 2 course yaitu Budaya (Kelompok A) dan Sains (kelompok B). Pada masa-masa selanjutnya sistem penjurusan di Indonesia diterapkan sejak SMP, yang kemudian dihapuskan pada tahun 1962. Sistem penjurusan kemudian hanya dikenal di SMA dengan 3 macam jurusan yaitu A (sains), B (bahasa/budaya) dan C (sosial). Pengistilahan ini mengalami perubahan dan spesifikasi pada masa-masa berikutnya seperti A1, A2, A3, dan A4. Dan akhirnya kembali seperti sekarang, penamaan jurusan tidak lagi menggunakan lambang huruf atau angka, tetapi dengan kategori IPA, IPS, dan Bahasa.
Penjurusan diperkenalkan sebagai upaya untuk lebih mengarahkan siswa berdasarkan minat dan kemampuan akademiknya. Siswa-siswa yang mempunyai kemampuan sains dan ilmu eksakta yang baik, biasanya akan memilih jurusan IPA, dan yang memiliki minat pada sosial dan ekonomi akan memilih jurusan IPS, lalu yang gemar berbahasa akan memilih Bahasa.
Pengarahan sejak dini ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa memilih major/bidang ilmu yang akan ditekuninya di Universitas atau akademi yang tentunya akan mengarah pula kepada karirnya kelak. Tetapi penjurusan di tingkat SMA tidak selalu menjamin bahwa seorang siswa akan memilih bidang studi yang sama di Universitas, karena pada kenyataannya banyak siswa program IPA yang memilih jurusan Ekonomi, Politik, Hubungan Internasional, atau siswa jurusan IPS yang memilih program Bahasa.
Pemilihan jurusan yang berbeda dengan bidang ilmu yang ditekuni di SMA tersebut adalah wajar sebab anak seusia SMA memang belum bisa memastikan karirnya. Jangankan anak SMA, mahasiswa PT pun masih mengalami kebimbangan menentukan karirnya setelah lulus.
Yang penting untuk dipikirkan saat ini adalah apakah penjurusan di SMA sudah efektif, terutama jika dipandang dari sudut kepentingan siswa ? Sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tentang tujuan pendidikan menengah, ada 2 arahan yaitu mempersiapkan siswa ke jenjang PT, dan untuk terjun ke masyarakat (bekerja). Dalam penelitian yang saya lakukan di beberapa SMA di Madiun, jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke PT adalah 56%,  yang bekerja 9%, dan 35% tergolong unemployment (termasuk data yang tak jelas). Lulusan SMK yang melanjutkan ke PT sebesar 6%, yang bekerja sebesar 40%, lalu sisanya (54%) unemployment. Secara nasional, lulusan Sekolah Menengah yang melanjutkan ke PT hanya sebesar 15 % (Data tahun 2005/2006).
Rendahnya angka melanjutkan ke PT dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya : masalah ekonomi, ketidakmampuan akademik, gagal dalam UN, gagal dalam ujian masuk PT, dll. Melihat kenyataan rendahnya angka partisipasi tersebut, maka pendidikan di level SMA (pendidikan menengah umum) sebaiknya diarahkan untuk mempersiapkan siswa agar lebih memiliki kemampuan untuk bekerja atau membuka usaha mandiri. Tentu saja, selain pemikiran ini, dapat juga dikembangkan argumen untuk mempermudah proses ujian masuk PT atau menekan biaya kuliah/masuk PT, tetapi pembahasan tentang ini tidak akan saya bahas di sini.
Penjurusan yang ada di SMA saat ini adalah penjurusan yang mengarah kepada satu tujuan yaitu melanjutkan ke PT. Penjurusan seperti ini memiliki keterbatasan dalam mengantisipasi kondisi siswa-siswa yang karena alasan tertentu tidak dapat melanjutkan ke PT, dan memilih (terpaksa memilih) untuk langsung bekerja. Dengan kemampuan yang dipersiapkan untuk melanjutkan ke PT, maka wajar jika banyak siswa SMA juga mengalami kesulitan ketika bekerja di masyarakat. Bahkan pekerjaan yang dilakukan barangkali serabutan,dengan prinsip yang penting bekerja.
Barangkali banyak yang menyarankan agar anak-anak yang tidak ingin melanjutkan ke PT dan berminat bekerja, sebaiknya melanjutkan ke SMK saja. Tetapi perlu diingat bahwa jumlah SMK lebih sedikit dibandingkan dengan SMA, dan itu pun tidak menyebar merata ke daerah-daerah pelosok. Bantahan lain, barangkali ada anak yang tidak senang dengan sistem belajar/pendidikan di SMK. Hak-hak dan keberatan semacam ini harus diakomodasikan dalam sistem pendidikan kita.
SMK selama ini dianggap sebagai sekolah untuk anak kelas kedua, di mana kelas kesatu dianggap sebagai anak-anak berotak cemerlang yang mampu mengenyam pendidikan SMA. Di beberapa negara  SMK bahkan dianalogkan sebagai sekolahnya anak-anak desa/daerah. Dan karena sejak awal sistem pendidikan membuat garis lurus antara SMA dan PT, dan diperparah dengan pandangan masyarakat yang terlanjur memahami bahwa PT  lebih bergengsi daripada bekerja, maka opini bahwa SMK lebih rendah statusnya daripada SMA menguat sebagai sebuah dampak yang berentetan.
Sekarang bagaimana menolong anak-anak SMA di Indonesia agar memiliki kemampuan memadai untuk terjun ke masyarakat ?
Menurut saya, penjurusan di SMA harus diperkaya. Penjurusan tidak saja menyiapkan bekal yang mengarah kepada satu jalan, yaitu PT, tetapi harus membuka peluang untuk kesiapan terjun ke masyarakat. Karenanya seperti halnya di Jepang, penjurusan di SMA yang dikenal dengan istilah sinro (進路)menawarkan dua course, yaitu course untuk melanjutkan ke PT dan course untuk bekerja. Course untuk melanjutkan ke PT sama dengan penjurusan di SMA di Indonesia, sedangkan course untuk bekerja sama dengan penjurusan di SMK, tetapi dalam skala yang terbatas (jenis course, jam belajar/praktek).
Kalau begitu apa perbedaa belajar di SMA atau di SMK ?
Pembedaan SMA dan SMK menjadi bias karena adanya fakta bahwa siswa kedua sekolah dapat melanjutkan ke PT yang sama atau menekuni bidang kerja yang sama.
Kebijakan yang memperkenankan siswa SMK untuk mengikuti Ujian Masuk PT sebagaimana anak SMA adalah kebijakan yang menurut saya perlu dipikirkan kembali. Secara logika, materi yang diujikan di UMPTN (atau apalah namanya sekarang) adalah materi general subject (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS) yang notabene hanya diperoleh intensif oleh siswa SMK pada tahun pertama (kelas satu). Karena tujuan pendidikan di SMK adalah untuk bekerja, maka materi teknik/keterampilan/skill lebih banyak ketimbang materi umum. Jadi sangat wajar jika siswa-siswa SMK yang lulus dalam UMPTN secara signifikan rendah.
Tetapi melarang anak SMK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah juga sebuah kesalahan. Oleh karena itu yang perlu dipersiapkan adalah PT atau lembaga higher education/politeknik/akademi yang bertujuan untuk mencetak profesional, yang memberikan peluang kepada siswa SMK untuk mengembangkan skill/ilmu/keterampilan yang sudah didapatnya di level pendidikan menengah.
Model seperti di atas merupakan model utama di beberapa negara Eropa. Meskipun saat ini ada beberapa negara Eropa yang menyelenggarakan comprehensive school , yaitu menggabungkan antara SMK dan SMA.

Masalah-Masalah pada Masa Remaja

Masalah-Masalah pada Masa Remaja

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat erupakan the best of time and the worst of time.
Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :
  • Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk yang definitif.Charlotte Buhler menafsirkan masa remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.Spranger memberikan tafsiran masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental.
  • Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.
  • G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).
Para ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia 11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003). Pada rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu, para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu: (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th s.d.18-20 th).
Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema atau masalah tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal. Permasalahan yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :
Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.
Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.
Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.
Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.
Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.
Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.
Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.
Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.
Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak.

Pilgub 2013 Butuh Nuansa Baru

PDIP Tunggu Arahan Ketua
BANDARLAMPUNG – Pilgub 2013 membutuhkan nuansa baru. Pasalnya, jika persaingan pilgub kelak masih didominasi wajah-wajah lama, dikhawatirkan dapat berimbas pada penurunan tingkat partisipasi pemilih.

Pandangan ini diungkapkan pengamat politik asal FISIP Universitas Lampung Arizka Warganegara kemarin. Menurutnya, nuansa baru ini bisa hadir jika para partai politik (parpol) berani mengusung calon yang berasal dari kaum muda.
    Menurutnya, era 2013 adalah masanya anak-anak muda. Pemimpin muda dengan usia matang antara 40–50-an tahun. Ia memandang, para calon tua perlu memberikan kesempatan itu. Apalagi jika telah beberapa kali mencalonkan diri dan kalah.
    ’’Meski kini belum ditentukan apakah mekanisme pilgub yang akan digunakan melalui DPRD atau pemilihan langsung, parpol sebaiknya memberikan nuansa baru. Usung tokoh-tokoh muda untuk memberikan alternatif pilihan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
    Lampung ke depan, lanjutnya, memerlukan format pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dan sisi ekonomi yang baik. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. ’’Selain itu, pemimpin juga butuh ketahanan fisik yang prima,” ucapnya.
Karena itu, ia menyarankan agar parpol di Lampung dapat mulai menginventarisasi tokoh muda Lampung yang potensial untuk diusung pada Pilgub 2013. Sehingga ada suasana baru pada pesta demokrasi lima tahunan itu. ’’Kalau yang muncul pada pilgub loe lagi loe lagi, masyarakat bisa jenuh. Mungkin saja nantinya tingkat partisipasi masyarakatnya rendah karena jenuh mau pilih yang mana. Calon yang ada sudah terlihat track record kepemimpinannya,” tutur dosen muda ini.
Diketahui, sejauh ini beberapa parpol memang telah bersiap diri menghadapi Pilgub 2013. Beberapa di antaranya bahkan telah mengumumkan nama-nama bakal calon yang bakal mereka usung. Namun, sebagian parpol lainnya masih terkesan cuek.
PDIP, misalnya. Hingga kini, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum menentukan siapa tokoh yang akan diusung sebagai calon gubernur setelah kader terbaiknya Sjachroedin Z.P. yang juga menjabat sebagai ketua DPD PDIP Lampung menyatakan tidak akan maju lagi pada Pilgub 2013.
Arizka memandang hal ini tidak akan menjadi masalah besar bagi partai yang identik dengan warna merah itu. ’’Pastinya, mereka akan kehilangan sosok sentral yang bisa dimajukan pada 2013. Namun, sesungguhnya partai ini memiliki kader internal dan eksternal yang tidak kalah populer mulai dari level DPP hingga DPC. Ini masih ditambah para kepala daerah incumbent. Jadi partai ini tidak akan kering dengan SDM yang akan dimajukan,” ungkapnya.
Terpisah, Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PDIP Lampung Ferdi Gunsan mengaku bahwa pihaknya hingga kini masih concern terhadap pelaksanaan pilkada di tiga kabupaten. ’’Kami sama sekali belum pernah menggelar rapat khusus untuk membicarakan Pilgub 2013. Dari kami memang belum ada yang dicalonkan. Semua kader partai, baik internal maupun eksternal, boleh mencalonkan diri,” tuturnya.
Dengan tegas, ia juga mengatakan tetap optimistis calon yang nantinya diusung tetap diterima oleh masyarakat. Sebab, menurut Ferdi, partainya memiliki struktur yang lengkap hingga anak ranting sehingga tidak akan kalah pamor. ’’Jika kami akan menyosialisasikan calon, bisa sekali saja sudah sampai ke bawah,” katanya.
Ferdi menambahkan, calon yang akan diusung oleh PDIP kelak juga berpatokan kepada Sjachroedin Z.P. Sebab, menurutnya, sebagai ketua DPD PDIP Lampung, Sjachroedin Z.P. pasti lebih memahami calon mana yang baik untuk diusung. ’’Untuk sementara belum bicara siapa yang akan maju. Menunggu arahan dari ketua DPD,” ungkapnya. (eka/c2/fik)
Jika Berhasil Menangkap Pembakar Rumdin Wabup
TULANGBAWANG – Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Abdurachman Sarbini, M.H. bereaksi terkait aksi pembakaran rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati (Wabup) Dr. Hi. Agus Mardihartono, M.M., Rabu (29/2) lalu.

    Orang nomor satu di Pemkab Tuba ini pun membuat sayembara. Barang siapa yang bisa menangkap pelaku pembakaran, ia sudah menyiapkan dana pribadi Rp100 juta.
’’Saya minta betul kepada kepolisian dan siapa pun agar berani mengungkapnya. Dana pribadi saya sebesar Rp100 juta akan saya serahkan secara cuma-cuma jika ada yang berhasil mengungkap pelaku,’’ kata Mance –sapaan akrabnya– kepada wartawan kemarin (1/3).
Menurut dia, rumah dinas jabatan tersebut merupakan aset negara yang tidak boleh dirusak oleh siapa pun. Apalagi dengan cara-cara keji seperti pembakaran. ’’Tidak dibenarkan aset negara dirusak, apalagi dibakar,” tukasnya.
Tak hanya itu, atas insiden ini, ia mengaku prihatin. Terlebih, peristiwa terjadi menjelang tahapan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.  ’’Siapa pun yang mencoba memperkeruh suasana, maka saya akan berada di garis paling depan,” ungkapnya.
Disinggung disharmonisasi hubungannya dengan Wabup, Mance cepat menepis. Ia berharap masyarakat tidak mempolitisasi kasus ini dengan menafsirkan dan mengaitkan ke masalah-masalah lain. ’’Sangat rentan karena di Tulangbawang sebentar lagi ada pilkada. Mohon kepada para pihak untuk tidak membuat kesimpulan sendiri-sendiri,’’ tegasnya.
Mance mengimbau masyarakat berpikir jernih menanggapi kejelasan tentang siapa dalang dari kasus tersebut. ’’Untuk itu biarkanlah semua masalah diserahkan kepada pihak yang berwenang guna menyelidiki kasus ini. Jangan sampai terpancing dengan isu-isu yang tidak benar sehingga dapat memperkeruh suasana,’’ ujarnya.
Pastinya, dia meminta kasus ini cepat terungkap. ’’Dengan demikian bisa diketahui apakah rumah tersebut sengaja dibakar ataukah memang terbakar lantaran ada korsleting listrik atau lainnya. Nanti semuanya jelas terungkap. Kita tunggu saja proses penyelidikannya,’’ ujar Mance.
Ia menyarankan Polres Tuba meminta bantuan kepada Polda Lampung ataupun Mabes Polri jika terkendala dengan personel. ’’Saya yakin kepolisian mempunyai kemampuan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya,’’ pungkasnya. (fei/c1/ary)
Agus: Saya Tak Menuduh, Faktanya Rumah Dibakar
Wakil Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Agus Mardihartono, M.M. menyesalkan insiden pembakaran rumah dinasnya. Ia pun menyerahkan sepenuhnya pengusutan kepada kepolisian.
Ditemui di rumah dinasnya kemarin (1/3), Agus menuturkan, bagaimanapun dia adalah pejabat negara. Yang berhak mendapatkan pengamanan dan penjagaan. ’’Sebagai pribadi, saya tidak perlu dijaga. Tetapi sebagai pejabat negara, kenapa tak ada pengawalan? Saya tidak menuduh siapa pun. Faktanya rumah (dinas) dibakar,” katanya.
Yang terjadi saat ini, sambung Agus, setiap orang justru bebas keluar masuk di pekarangan rumah dinasnya. ’’Ini murni dibakar, bukan lantaran arus pendek. Allah masih melindungi saya. Tetapi, saya berharap para pihak tidak mengaitkan insiden ini dengan hal yang tak jelas. Mari kita semua berpikir positif,’’ ujarnya.
Sejatinya, sambung Agus, sejak 20 Februari 2012 lalu rumah dinasnya tidak lagi dijaga anggota Satpol PP. Hal itu pun telah ia koordinasikan dengan jajaran pemerintah daerah seperti Sekretaris Kabupaten Drs. Hi. Darwis Fauzi. ’’Tetapi hingga peristiwa kemarin (Rabu, Red), tidak ada tindak lanjutnya. Saya sudah koordinasi dengan Sekkab, hasilnya belum ada. Malah David, ajudan saya, mengundurkan diri,’’ bebernya.
Masih menurut Agus, jika pemkab tidak dapat menjamin keamanannya sebagai pejabat negara, ia akan berkoordinasi dengan kepolisian. ’’Saya masih nunggu bagaimana tindakan pemkab. Tetapi ya itu, belum ada tindak lanjut,’’ katanya lagi.
Bagaimana dengan closed circuit television (CCTV) yang terpasang di sejumlah sudut rumah dinas? Ditanya seperti itu, Agus pun mengeluhkannya.
’’Itu juga masalah. Saya kok heran kenapa saat kejadian tidak merekam. CCTV juga tak terkontrol. Harusnya teknisi menyetel ulang setiap minggu atau suatu waktu tertentu,’’ urai Agus.
        Diketahui, Rabu (29/2) pukul 03.00 lalu, sekelompok massa tak dikenal membakar rumah dinas Agus Mardihartono. Sang Wabup selamat. Namun, akibat peristiwa itu, ruang garasi dan satu unit kamar tamu bangunan yang berdampingan dengan rumah dinas jabatan ketua DPRD Tuba tersebut ludes.
Informasi yang dihimpun Radar Lampung, malam itu dua pembantu rumah tangga Wabup, masing-masing Mei dan Yanti, mendengar suara riuh massa di depan rumah dinas.
Karena takut, keduanya tidak berani keluar. Mereka memutuskan menelepon Sangkut, tukang kebun rumah dinas yang sehari-hari memang tidur di kamar belakang pendapa rumah yang cukup besar tersebut.
Sangkut pun berlari keluar menuju bagian depan rumah begitu mendapat telepon dari Mei dan Yanti. Ternyata, api sudah membesar dan melalap bagian depan rumah dinas. ’’Saya langsung membangunkan penghuni rumah. Di antaranya Dimas (putra wakil bupati Tuba), Deden, dan Rofi, staf protokol Wabup,’’ katanya.
     Melihat kobaran api yang begitu besar, Dimas pun langsung menelepon petugas pemadam kebakaran hingga tak lama berselang datang satu unit mobil dan menyiram kobaran api.
’’Setelah menghubungi pemadam, saya menelepon Bapak (Wabup, Red) dan Ibu. Seingat saya jam 03.30 WIB,’’ tutur Dimas kepada wartawan saat menjelaskan kronologis kejadian. (fei/ c1/ary)

Sumber:Radar Lampung

10 Langkah Praktis untuk Terus Maju dalam Hidup

1. Buang Kebiasaan untuk terfocus hanya pada uang atau materi
2. Jangan hanya mencari kesenangan pribadi
3. Utamakan kepentingan dan kebahagiaan orang lain
4. Pahami Kesetiaan Allah
Saat beban dan tantangan terasa berat sehingga tidak ada jalan keluar, atau teman yang membantu, ingatlah kesetiaan Allah. Ia pasti akan menjawab semua doa kita asal kita tekun dan bersabar dalam perjalanannya.
5. Belajar selalu tentang kasih Allah
Hanya dengan meneladani dan mewujudkan kasih Allah dalam hidup kita, hati, pikiran dan perbuatan kita akan dilatih untuk lebih peka dan lebih dewasa dalam prosesnya.
6. Kesiapan untuk berkorban
7. Tidak memiliki mental pembalas. Miliki mental memberkati
8. Buang mental cengeng & pengecut
9. Melekat selalu pada firman Allah
Tidak ada pengajaran lain yang dapat mengubah hidup kita kecuali Firman Allah. Carilah dulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan padamu.
10. Jaga Integritas Kehidupan kita
Yang terpenting dalam hidup ini bukan apa yang bisa kita raih, melainkan apa yang bisa kita berikan.
semoga bermanfaat,

Kamis, 01 Maret 2012

Trik The Sims Life Stories : Cara memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah

Disini saya akan mereview kembali tentang  Trik The Sims Life Stories : Cara memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah yang mungkin belum terpecahkan selama ini. Masalah ini sering saya lihat di yahoo answer yang masih membingungkan para penanyanya. baiklah saya akan memberikan petunjuk untuk memiliki lebih dari 4 Household didalam 1 Rumah di permainan The Sims Life Stories.



Petunjuk
Þ     Tekan ctrl+shift+c (setelah menekan tombol ini akan muncul kotak dialog di pojok kiri atas)
Þ     Lalu masukan 'addNeighborToFamilyCheat on'
Þ     Tekan Enter
Þ     Invite Tetanggamu kerumah
Þ     Klik Tetanggamu, lalu pilih 'Add Sim To Family'
Þ     Silakan mencoba


Materi Kedua : Cara Agar Karakter Rhe Sim Menjadi Muda Kembali Tanpa Membeli Elixir of Life

Mungkin bagi anda yang memiliki sim yang sudah cukup tua, pasti akan mengumpulkan aspirasi untuk membeli Elixir of Life di reward mode. Sebenarnya kita tidak perlu membelinya asalkan kita mengetahui caranya. Disini saya akan memberikan petunjuk kepada anda agar karakter the sim anda bisa menjadi muda lagi tanpa membeli elixir of life.


Petunjuk
Þ     Pilih sim yang akan dimudakan kembali
Þ     Lalu klik Find Own Place di koran ataupun di computer
Þ     Lalu pilih Sim yang akan Dimudakan kembali
Þ     Lalu OK
Þ     Setelah itu Save
Þ     Lalu ke neighbour mode (yang banyak rumah-rumahnya)
Þ     Lalu ambil Sim yang ingin dimudakan tadi di Sim Bin dan masukkan ke               sebuah   rumah, jangan lupa  belikan telepon di rumah tersebut (Ini hanya untuk sementara)
Þ     Lalu kembali kerumah lama, invite Sim tadi dengan sim yang tersisa pada     rumah lama
Þ     Tekan ctrl+shift+c (setelah menekan tombol ini akan muncul kotak dialog di pojok kiri atas)
Þ     Lalu masukan 'addNeighborToFamilyCheat on'
Þ     Lalu invite Sim yang ingin dimudakan tadi
Þ     Lalu klik Add Sim To Family, dan lihatlah perubahannya.

Cheat The Sims Life Stories Lengkap
expand
expands cheat box
exit
exits cheat mode
maxmotives
maxes all motives for everyone on the lot
aspirationlevel(0-5)
enter a # 0-5 0 places aspiration in red 5 in Platnum
aspirationpoints(#)
Adds aspiration points to the selected character
moveobjects off/on
allows you to place objects where you normally couldn't
aging off/on
Turns aging off/on for everyone on the lot
unlockCareerRewards
Unlocks all the career rewards for selected character
boolprop testingcheatsenabled true/false
Open the boolprop cheat...only some of them work
roofSlopeAngle(15-75)
Changes the roof pitch 75 being the steepest
boolprop allow45degreeanlgeofrotation true/false
Allows you to turn items at 45 degree angles. Use the . and , keys to rotate.
boolprop snapobjectstogrid true/false
Turns the ability of objects to snap to grid off and on.
kaching
Gives family 1,000 Simoleans
motherlode
Gives family 50,000 Simoleans
FamilyFunds(Family Name)(Amount)
Entered in neighborhood view gives family any amount you choose. Do not use commas in the amount.
motivedecay on/off
makes the motives slowly decay or not at all.
lockaspiration on/off
locks the aspiration score of sims on the lot
sethour (0-23)
sets the hour of the day.
abc
expand cheat window
stretchskeleton
Changes height of a sim
addneighbortofamilycheat on/off
Adds anyone you click on to your family.

Pengertian Remaja

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah:
masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.Pengertian Remaja
Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India